Feelings Song

Advertisements

Contoh Kasus

Risa adalah seorang mahasiswa Universitas A. Dia sebenarnya adalah seorang yang baik dan rajin tetapi dia jarang tersenyum dan sering tidak peduli dengan sekitarnya. Dia juga sering mengeluh tentang hal-hal kecil yang terjadi di sekitar kepada teman-teman dekatnya. Suatu hari ia diberi hadiah oleh teman-teman dekatnya. Karena hadiahnya tidak sesuai dengan apa yang ia harapkan, Risa tidak mengucapkan terima kasih kepada teman-temannya. Setelah kejadian itu, teman-teman Risa menjauhinya karena mereka sakit hati dengan kelakuan Risa. Beberapa hari kemudian Risa mulai sadar jika teman-temannya menjauhi Risa. Risa merasa bersalah dan ingin minta maaf kepada teman-temannya. Ia menyadari bahwa selama ini ia tidak dapat mengendalikan emosinya dan terlalu mementingkan diri sendiri. Padahal teman-temannya sudah sangat baik kepada Risa

Model Kecerdasan Emosi

Ability Model

The ability-based model melihat emosi sebagai sumber informasi yang berguna yang membantu seseorang untuk memahami dan menavigasi lingkungan sosial. Menurut model ini individu memiliki kemampuan yang bervariasi untuk memproses informasi yang bersifat emosional dan memiliki kemampuan untuk berhubungan pengolahan emosional dengan kognisi yang lebih luas. Model ini menyebutkan bahwa EI mencakup empat jenis kemampuan:

  1. Perceiving emotions – kemampuan untuk mendeteksi dan mengartikan emosi di wajah, gambar, suara, dan artefak termasuk budaya kemampuan untuk mengidentifikasi emosi sendiri . Perceiving emotions merupakan aspek dasar dari kecerdasan emosional, karena membuat semua proses lain dari informasi emosional menjadi mungkin.
  2. Using emotions – kemampuan memanfaatkan emosi untuk memfasilitasi berbagai kegiatan kognitif, seperti berpikir dan pemecahan masalah. Orang yang cerdas emosinya dapat memanfaatkan secara penuh perubahan suasana hati agar sesuai dengan tugas.
  3. Understanding emotions – kemampuan untuk memahami bahasa emosi dan untuk menghargai hubungan yang rumit antara emosi. Understanding emotions meliputi kemampuan untuk mengenali sedikit variasi antara emosi, kemampuan, dan untuk mengenali dan menggambarkan bagaimana emosi berkembang dari waktu ke waktu.
  4. Managing emotions – kemampuan untuk mengatur emosi dalam diri kita sendiri maupun orang lain. Orang yang cerdas emosinya bisa memanfaatkan emosi , bahkan yang negatif , dan mengatur mereka untuk mencapai tujuan yang diinginkan .

Mixed Model

Model yang diperkenalkan oleh Daniel Goleman berfokus pada EI sebagai beragam kompetensi dan keterampilan yang mendorong kinerja kepemimpinan. Model Goleman menguraikan lima konstruksi utama EI:

  1. Self-awareness – kemampuan untuk mengetahui emosi, kekuatan, kelemahan, nilai-nilai dan tujuan seseorang dan mengenali dampaknya terhadap orang lain saat menggunakan insting untuk menuntun keputusan.
  2. Self-regulation – melibatkan mengendalikan atau mengarahkan emosi dan menyesuaikan dengan perubahan kondisi.
  3. Social skill – mengelola hubungan untuk memindahkan orang-orang ke arah yang diinginkan.
  4. Empathy – mempertimbangkan perasaan orang lain terutama ketika membuat keputusan.
  5. Motivation – didorong untuk mencapai demi prestasi.

Kompetensi emosional bukan bakat bawaan tapi kemampuan lebih yang harus dikerjakan dan dapat dikembangkan untuk mencapai kinerja yang luar biasa. Goleman berpendapat bahwa individu dilahirkan dengan kecerdasan emosi umum yang menentukan potensi mereka untuk belajar kompetensi emosional.

Trait Model 

Trait EI adalah kumpulan presepsi emosional diri yang terletak di tingkat yang lebih rendah dari kepribadian. Trait EI mengacu pada presepsi diri individu dari kemampuan emosionalnya.

 

Emotional Intelligence. (April, 2012). Diakses Desember 22, 2013, dari Wikipedia: http://en.wikipedia.org/wiki/Emotional_intelligence

Kecerdasan Emosi

Kecerdasan emosional (emotional intelegence) berbeda dengan kecerdasan intelektual (intelegent intelegence). Goleman (2006:44) menyatakan bahwa setinggi-tingginya kecerdasan intelektual menyumbang kira-kira 20% bagi faktor-faktor yang menentukan sukses individu dalam hidup. Sedangkan 80% diisi oleh kekuatan-kekuatan lain termasuk diantaranya kecerdasan emosional.

Kecerdasan emosional pertama kali dilontarkan pada tahun 1990 oleh Peter Salovey dan John Mayer. Menurut Goleman (1997) koordinasi suasana hati adalah inti dari hubungan sosial yang baik. Apabila seseorang pandai menyesuaikan diri dengan suasana hati individu lain atau dapat berempati, orang tersebut akan memiliki tingkat emosionalitas yang baik dan akan lebih mudah menyesuaikan diri dalam pergaulan sosial serta lingkungannya. Kata ”cerdas” menurut Goleman mengandung dua arti, pertama cerdas pikiran dan kedua cerdas emosional. Cerdas pikiran dimaksudkan adalah pikiran pada suatu model pemahaman yang lazimnya kita sadari dengan karakter bijaksana, mampu bertindak hati-hati dan merefleksi. Sedangkan cerdas secara emosional dimaksudkan adalah pikiran emosional yang merupakan satu sistem pemahaman yang impulsif dan berpengaruh besar, terkadang tidak logis.

Goleman mengatakan bahwa kecerdasan emosional adalah kemampuan lebih yang dimiliki seseorang dalam memotivasi diri, ketahanan dalam meghadapi kegagalan, mengendalikan emosi dan menunda kepuasan, serta mengatur keadaan jiwa. Dengan kecerdasan emosional seseorang dapat menempatkan emosinya pada posisi yang tepat.

Sementara Cooper dan Sawaf (1998) mengatakan bahwa kecerdasan emosional adalah kemampuan merasakan, memahami, dan secara selektif menerapkan daya dan kepekaan emosi sebagai sumber energi dan pengaruh yang manusiawi. Howes dan Herald (1999) mengatakan kecerdasaan emosional merupakan komponen yang membuat seseorang menjadi pintar menggunakan emosi.

Emotional intelegence menggambarkan kecerdasan hati dan Intelectual Intelegence menggambarkan kecerdasan akal/otak. Cerdas intelektual tanpa cerdas emosional, kita dapat meraih nilai A dalam ujian tetapi akan membuat tidak berhasil dalam kehidupan. Kecerdasan emosional bertanggung jawab atas harga diri, kesadaran diri, kepekaan sosial, dan kemampuan adaptasi sosial pribadi (Segal: 2000: 27).

emotional brain autism

Goleman (1995) mengungkapkan 5 (lima) wilayah kecerdasan emosional yang dapat menjadi pedoman bagi individu untuk mencapai kesuksesan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu:

  1. Mengenali emosi diri Kesadaran diri dalam mengenali perasaan sewaktu perasaan itu terjadi merupakan dasar kecerdasan emosional. Apabila seseorang tidak peka akan perasaan yang sesungguhnya akan berakibat buruk bagi pengambilan keputusan masalah.
  2. Mengelola emosi Mengelola emosi berarti menangani perasaan agar perasaan dapat terungkap dengan tepat. Emosi dikatakan berhasil dikelola apabila mampu menghibur diri ketika ditimpa kesedihan, dapat melepas kecemasan, kemurungan atau ketersinggungan dan bangkit kembali dengan cepat dari semua itu. Sebaliknya orang yang buruk kemampuannya dalam mengelola emosi akan terus menerus bertarung melawan perasaan murung.
  3. Memotivasi diri Kemampuan seseorang memotivasi diri dapat ditelusuri melalui cara mengendalikan dorongan hati, derajat kecemasan yang berpengaruh terhadap unjuk kerja seseorang, kekuatan berfikir positif, optimisme, dan keadaan flow (mengikuti aliran),Dengan kemampuan memotivasi diri yang dimilikinya maka seseorang akan cenderung memiliki pandangan yang positif dalam menilai segala sesuatu yang terjadi dalam dirinya.
  4. Mengenali emosi orang lain Empati atau mengenal emosi orang lain dibangun berdasarkan pada kesadaran diri. Jika seseorang terbuka pada emosi sendiri, maka dapat dipastikan bahwa ia akan terampil membaca perasaan orang lain. Sebaliknya orang yang tidak mampu menyesuaikan diri dengan emosinya sendiri dapat dipastikan tidak akan mampu menghormati perasaan orang lain.
  5. Membina hubungan dengan orang lain Tanpa memiliki keterampilan seseorang akan mengalami kesulitan dalam pergaulan sosial.  Sesungguhnya karena tidak dimilikinya keterampilan-keterampilan semacam inilah yang  menyebabkan seseorang seringkali dianggap angkuh, mengganggu atau tidak berperasaan.

Mengembangkan Kecerdasan Emosional Pada Anak. (2007, September 3). Diakses Desember 12, 2013, dari Pustaka Unpad: http://pustaka.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2009/08/mengembangkan_kecerdasan_emosional_pada_anak.pdf

Pengertian Emosi. (2009, Desember 27). Diakses Desember 12, 2013, dari Belajar Psikologi: http://belajarpsikologi.com/pengertian-emosi/

Pengertian Emosi

Emosi dalam kehidupan sehari-hari sering diartikan sebagai rasa marah dan dendam. Kata emosi berasal dari bahasa latin, yaitu emovere, yang berarti bergerak menjauh. Menurut Daniel Goleman (2002 : 411) emosi merujuk pada suatu perasaan dan pikiran yang khas, suatu keadaan biologis dan psikologis dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak. Menurut Kartini Kartono (2003) Emosi merupakan getaran jiwa, keharuan, dan perasaan. 

Image

Emosi merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia karena di satu sisi emosi dapat menjadi motivator perilaku dalam arti meningkatkan dan di sisi lain emosi juga dapat mengganggu perilaku intensional manusia (Prawitasari : 1995). Biasanya emosi merupakan reaksi terhadap rangsangan dari luar dan dalam diri individu. Sebagai contoh emosi gembira mendorong perubahan suasana hati seseorang sehingga secara fisiologi terlihat tertawa serta emosi sedih mendorong seseorang berperilaku menangis.

Beberapa tokoh mengemukakan tentang macam-macam emosi. Menurut Descrates emosi terbagi atas :

  1. Desire (hasrat)
  2. Hate (benci)
  3. Sorrow (sedih/duka)
  4. Wonder (heran)
  5. Love (cinta)
  6. Joy (kegembiraan)

Sedangkan menurut JB Watson ada tiga macam emosi, yaitu :

  1. Fear (ketakutan)
  2. Anger (kemarahan)
  3. Love (cinta)

Daniel Goleman (2002 : 411) mengemukakan beberapa macam emosi antara lain:

  1. Amarah               : beringas, mengamuk, benci, jengkel, kesal hati
  2. Kesedihan         : pedih, sedih, muram, suram, melankolis,                      mengasihi diri, putus asa
  3. Rasa takut         : cemas, gugup, khawatir, was-was, perasaan takut sekali, waspada, tidak tenang, ngeri
  4. Kenikmatan     : bahagia, gembira, riang, puas, riang, senang, terhibur, bangga
  5. Cinta                    : penerimaan, persahabatan, kepercayaan, kebaikan hati, rasa dekat, bakti, hormat,  dan kemesraan
  6. Terkejut             : terkesiap, terkejut
  7. Jengkel               : hina, jijik, muak, mual, tidak suka
  8. Malu                    : malu hati, kesal

Berdasarkan uraian diatas emosi dapat dikatakan sebagai luapan perasaan dalam menanggapi atau merespon rangsangan baik dari luar maupun dalam diri seseorang. 

Pengertian Emosi. (2009, Desember 27). Diakses Desember 12, 2013, dari Belajar Psikologi: http://belajarpsikologi.com/pengertian-emosi/

Pengertian Emosi Menurut Para Ahli. (2012). Diakses Desember 12, 2013, dari Pengertian Ahli: http://www.pengertianahli.com/2013/11/pengertian-emosi-menurut-para-ahli.html

Kartono, Kartini. 2003. Patologi Sosial. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada

Emotional Intelligence

PERSONALITY AYU FITRI LESTARI

TATA NILAI PERAWAT CARE, EMPATI, ALTRUISME

Personality Megalita Stevani

Paradigma Psikologi Kepribadian Psychoanalytic

Personality Selly Desiani

Emosional Intellegence. Control your emotions or your emotions will control you!!

PERSONALITY DESTI RAHMAWATI

PARADIGMA PSIKOLOGI KEPRIBADIAN TRAIT

personalityaisitirahmah

Orang yang luar biasa itu sederhana dalam ucapan tetapi hebat dalam tindakan :)

Personality Nina Putri Asih

Paradigma Psikologi Kepribadian, Trait

Managemen Waktu

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

Personality Ulfa Fauziyyah

Paradigma Psikologi Kepribadian Trait

personalityputriwulantikasari

Don't cry cause you're so right !!!

personalitycecillia

Paradigma psikologi kepribadian Cognitive dan Behavioristic

personalityandreanreynaldi

Spiritual Intelligence

Personality Putri Puspa Delima

Paradigma Psikologi Kepribadian Psychoanalitic

Personality Syifa Maghfirah Chaerunnisa

Kesiapan menghadapi tantangan (Adversity Quotion)

PERSONALITY IMAMMUHAMAD95

Kunci Kesuksesan Berawal dari Berfikir Positive

personalitytripujilestari

Paradigma Psikologi Kepribadian Psychoanalytic

personalitysitirohmah

This WordPress.com site is the bee's knees

personalityaldi

Paradigma Psikologi Kepribadian Trait

Personality Raden Nida Yudiastri Muthia

Kecerdasan Emosi (Emotional Intelligence)

personality Wenny Yelnita

Paradigma Psikologi Kepribadian Trait

Personality Dewi Sartika

Paradigma Psikologi Kepribadian Trait

personality Nuri Novelia

Paradigma Psikologi Kepribadian Psychoanalitic

Personality Adilla

Emotional Intelligence (Kecerdasan Emosi)

PersonalityMuchibbaturrachmah

TATA NILAI PERAWAT CARE, EMPATI, ALTRUISM

Personality Noor Fathara

Tata Nilai Perawat Care, Empathy, Altruism

personalityregadwiputri

selamat datang di wordpress saya :)

personalityeskamadya

Positive Thinking

personalityanggorosusananggraeni

Paradigma Psikologi Kepribadian Trait

personalityselviarahmayoza

Paradigma psikologi kepribadian Psikoanalisis

personalitysarilestari

The greatest WordPress.com site in all the land!

personalitynurhardinirahmatika

Adversity Quotion (Kesiapan menghadapi Tantangan)

Personality Rio Nurgiri

Adversity Quotient (Kesiapan Menghadapi Tantangan)

Personality Nida Luthfiyani

Adversity Quotient (Kesiapan Menghadapi Tantangan)

Personality Christi Mervie

Kecerdasan Sosial (Social Intelligence)

personality hemas yulinda rachmawati

Social Intellegence ( kepribadian sosial)

Personality Dwi Junianto

KEHIDUPAN TIDAK AKAN LEPAS DARI TANTANGAN HINGGA HARI PERHITUNGAN

personality yuanita

Kecerdasan Emosi (Emosi Intelligence)

Personality Intan Madulara

Paradigma Kepribadian Cognitive dan Behavioristic

personalitylannisulastri120

ADVERSITY QUOTIENT

Personality Siti Nur Alfiyah

Paradigma Psikologi Kepribadian Psikoanalitik

personalityAnnekeDewina

ADVERSITY QUOTION